Sosialisasi Aids, Tuberkulosis dan Malaria (ATM) Gampong Lamgugop

23 November 2023, Pukesmas Kopelma Darussalam mengadakan sosialisai terkait penyakit TBC (Tuberkulosis), HIV AIDS  Dan Malaria untuk warga Gp.lamgugob. Sosialisasi dilaksanakan pada tanggal 23 November2 023 Pukul o8.30 WIB bertempat di aula PKK Gp. lamgugop. Sosialisasi di hadiri oleh Kepala Puskesmas Kopelma Darussalam, Kepala gp. Lamgugop dan Warga Gp. Lamgugop. Sosialisasi terkait dengan penyakit TBC dan HIV AIDS dilaksanakan bertujuan agar masyarakat lebih mengetahui apa gejala awal yang dirasakan ketika terjangkit penyakit tersebut dan dapat melakukan pencegahan bagi diri sendiri, keluarga maupun lingkungan sekitar. Karena penyakit TBC dan HIV AIDS termasuk penyakit menular dan proses penularan yang terhitung cukup mudah maka masyarakat harus lebih hati-hati dan selalu menerapkan kebiasaan hidup sehat.

Adapun gejala awal penyakit TBC (Tuberkulosis) diantaranya :

  • Menurunnya nafsu makan
  • Penurunan berat badan
  • Mengalami demam tinggi
  • Berkeringat pada malam hari
  • Kelelahan yang ekstrim

Gejala yang muncul juga dapat menjadi indikasi penyakit lain tidak selalu merupakan gejala penyakit TBC. Infeksi TBC yang menyerang organ paru-paru atau TBC paru memiliki gejala seperti:

  • Batuk berkelanjutan selama lebih dari tiga minggu
  • Batuk mengeluarkan dahak berdarah
  • Mengalami sesak napas secara bertahap dan akan semakin memburuk

Tidak hanya di paru, TBC juga dapat berkembang di luar organ paru-paru. Infeksi TBC dapat menyerang kelenjar getah bening, tulang dan persendian, sistem pencernaan, kandung kemih, sistem reproduksi, hingga otak serta sistem saraf. Gejala infeksi TBC di luar paru, meliputi:

  • Kelenjar membengkak secara terus menerus
  • Muncul rasa sakit di area perut dan persendian
  • Mulai memengaruhi sistem gerak, seperti tulang dan sendi
  • Mengalami kebingungan dan sakit kepala
  • Mengalami kejang pada waktu tertentu

Infeksi TBC lebih sering menyerang bagian tubuh lainnya, terutama pada orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

kegiatan ini  juga merupakan sesuatu yang penting untuk dilakukan agar menjauhkan diri dari perilaku-perilaku yang bisa menyebabkan tertular HIV, karena bagaimanapun juga orang yang telah terkena HIV akan merugikan bagi diri mereka, baik dilihat dari segi kesehatan maupun dampak sosial ekonomi.AIDS adalah sekumpulan gejala dan infeksi yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus yang menyebabkan kekurangan imun. HIV merupakan penyebab dasar AIDS.

Penyebab HIV/AIDS sebagian pada kelompok rawan mempunyai risiko besar tertular HIV penyebab AIDS, yaitu: Orang yang berperilaku seksual dengan berganti-ganti pasangan, Pengguna narkoba suntik, Pasangan seksual pengguna narkoba suntik, Bayi yang ibunya positif HIV.

Penularan HIV/AIDS Hubungan seksual (anal, oral, vaginal) yang tidak terlindungi (tanpa kondom) dengan orang yang telah terinfeksi HIV, Jarum suntik/tindik/tato yang tidak steril dan dipakai bergantian, Mendapatkan transfusi darah yang mengandung virus HIV, Ibu penderita HIV Positif kepada bayinya ketika dalam kandungan, saat melahirkan atau melalui air susu ibu (ASI), HIV tidak ditularkan melalui hubungan sosial yang biasa seperti jabatan tangan, bersentuhan, berciuman biasa, berpelukan, penggunaan peralatan makan dan minum, gigitan nyamuk, kolam renang, penggunaan kamar mandi atau WC/Jamban yang sama atau tinggal serumah bersama Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA).

Tanda dan Gejala Klinis Penderita HIV/AIDS yaitu Berat badan menurun lebih dari 10 % dalam 1 bulan Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan, Demam berkepanjangan lebih dari1 bulan Penurunan kesadaran dan gangguan-gangguan neurologis Dimensia/HIV ensefalopati Infeksi jamur berulang pada alat kelamin wanita

Pencegahan HIV/AIDS yaitu :  Menggunakan kondom pada setiap hubungan seks berisiko, Tidak menggunakan jarum suntik secara bersama-sama. Sampai saat ini belum ada obat yang dapat mengobati AIDS, tetapi yang ada adalah obat untuk menekan perkembangan virus HIV benama pil ARV (Anti Retroviral) sehingga kualitas hidup ODHA tersebut meningkat.

Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles yang terinfeksi. Parasit ini disebut Plasmodium dan dapat menyebabkan demam, sakit kepala, menggigil, dan kelelahan. Jika tidak diobati, malaria dapat menyebabkan komplikasi serius dan bahkan kematian. Malaria banyak terjadi di daerah tropis dan subtropis di seluruh dunia, terutama di Afrika Sub-Sahara, Asia Selatan dan Tenggara, serta Amerika Latin termasuk di Indonesia.

Untuk menghindari bahaya malaria, penting untuk melakukan pencegahan penyakit tersebut di antaranya:

1. Menghindari gigitan nyamuk

Mulailah dengan menggunakan kelambu yang dilapisi insektisida saat tidur, memakai pakaian yang menutupi seluruh tubuh, dan menggunakan obat anti-nyamuk seperti lotion, spray, atau krim.

2. Memakai pakaian yang menutupi tubuh dengan baik

Kenakan pakaian yang menutupi tubuh dengan baik, seperti baju berlengan panjang dan celana panjang. Pilih pakaian yang longgar dan nyaman, terutama jika kita berada di daerah yang panas serta gunakan pakaian berwarna terang atau cerah karena nyamuk lebih mudah melihat warna gelap daripada warna terang.

3. Gunakan obat-obatan profilaksis

Jika kita pergi ke daerah endemis malaria, pastikan mengambil obat profilaksis yang dianjurkan sebelum dan selama perjalanan. Obat profilaksis dapat membantu mencegah infeksi malaria jika kita tergigit nyamuk. Contoh obat ini misalnya klorokuin, doksisiklin, meflokin, atovaquon/proguanil, dan primaquin tergantung kepada jenis Plasmodium yang dominan di daerah tersebut, riwayat kesehatan pasien, dan sensitivitas terhadap obat.

4. Lindungi diri di waktu-waktu tertentu

Nyamuk pembawa malaria lebih aktif pada malam hari, sehingga pastikan kita menggunakan kelambu pada waktu tidur dan hindari aktivitas di luar ruangan pada saat malam hari.

5. Hindari daerah yang terkena Malaria

Jika memungkinkan, hindari pergi ke daerah yang terkena malaria. Namun, bila harus pergi ke daerah endemis malaria, pastikan mengikuti langkah-langkah pencegahan yang dianjurkan seperti menggunakan obat profilaksis, menghindari gigitan nyamuk, dan memakai pakaian yang menutupi tubuh.

6. Membersihkan lingkungan

Lindungi diri kita dan lingkungan dari nyamuk dengan menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar. Buang tempat-tempat yang dapat menjadi sarang berkembang biak nyamuk, seperti air yang tergenang.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *